MPLS RAMAH SMAN 2 SKANTO SIAP MEMBANGUN GENERASI BERKARAKTER, BERPRESTASI, DAN SIAP MENGHADAPI TANTANGAN ZAMAN.
Keerom, Oleh Fajarwati – Selama lima hari penuh, mulai 13–17 Juli 2026, SMAN 2 Skanto Kabupaten Keerom Provinsi Papua menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, meningkatkan literasi digital, hingga membangun kesadaran hidup sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Mengusung konsep pembelajaran yang aktif, edukatif, dan menyenangkan, rangkaian kegiatan menghadirkan berbagai narasumber dari unsur sekolah maupun instansi pemerintah sehingga peserta memperoleh pengalaman belajar yang utuh. Seluruh materi dirancang untuk membekali peserta didik menjadi generasi yang berintegritas, berkarakter, serta mampu menghadapi tantangan kehidupan di era digital.
Kegiatan diawali dengan pembukaan MPLS Ramah dengan upacar pembukaan langsung oleh perwakilan BPMP Provinsi Papua Kusfiatun, S.Pd.,MA dengan penyampaian program BPMP bernama TURAH (Turun ke Bawah) dan sekaligus membacakan pidato dari Menteri Pendidikan, selanjutnya peserta mendapat materi langsung dari Kepala SMAN 2 Skanto, Siti Mutmainah, S.Pd., M.Pd dengan penyampaian mengenai visi, misi, dan tujuan sekolah, beliau menegaskan bahwa SMAN 2 Skanto tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk peserta didik yang beriman, berkarakter, berprestasi, peduli lingkungan, serta mampu menjadi agen perubahan di masyarakat.
Selanjutnya, Siti Daryati, S.Pd., M.Pd. memperkenalkan profil sekolah dan kurikulum yang diterapkan. Peserta didik dikenalkan pada sistem pembelajaran yang mendorong pengembangan kompetensi abad ke-21, penguatan karakter, pembelajaran berbasis proyek, serta berbagai program unggulan sekolah yang mendukung pengembangan potensi akademik maupun nonakademik.
Hari pertama ditutup dengan materi dari Polsek Skanto mengenai pencegahan kekerasan serta dampak Judi Online (Judol). Dalam sesi ini peserta diajak memahami berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun media sosial, sekaligus mengenali bahaya judi online yang kini semakin menyasar kalangan remaja. Peserta diberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum, kerugian ekonomi, dampak psikologis, hingga pentingnya membangun kemampuan mengendalikan diri dalam menghadapi pengaruh negatif perkembangan teknologi.
Hari kedua dikemas secara interaktif melalui berbagai perlombaan dan permainan edukatif yang dipandu oleh kakak kelas sebagai panitia MPLS. Kegiatan ini menjadi media untuk menginternalisasi nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, seperti gotong royong, bernalar kritis, kreatif, mandiri, berkebinekaan global, dan beriman serta berakhlak mulia. Melalui aktivitas kolaboratif, peserta tidak hanya belajar bekerja sama dalam tim, tetapi juga dilatih menyelesaikan masalah, menghargai pendapat orang lain, membangun komunikasi yang efektif, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kelompok. Pendekatan berbasis pengalaman ini membuat nilai-nilai karakter lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada hari ketiga, wakil kepala sekolah bidang Humas, Rhegi Dwi Hardistyani, S.Ds., Gr., memperkenalkan seluruh warga sekolah mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga berbagai layanan yang tersedia di lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan agar peserta didik baru mampu beradaptasi dengan cepat serta mengetahui pihak-pihak yang dapat menjadi tempat berkonsultasi ketika menghadapi berbagai permasalahan.
Selanjutnya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ningsih Nella Urbassa, S.Si., menyampaikan materi mengenai budaya sekolah, tata tertib, serta kegiatan ekstrakurikuler. Peserta dikenalkan pada budaya disiplin, tanggung jawab, etika pergaulan, serta pentingnya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah pengembangan bakat, minat, kepemimpinan, dan keterampilan sosial.
Materi berikutnya disampaikan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA. Peserta memperoleh pemahaman mengenai jenis-jenis narkotika, faktor penyebab penyalahgunaan, dampaknya terhadap kesehatan fisik, mental, masa depan pendidikan, serta ancaman hukum yang berlaku. BNN juga mengajak peserta menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari narkoba melalui keberanian menolak penyalahgunaan NAPZA dan saling mengingatkan sesama teman.
Memasuki hari keempat, peserta mendapatkan materi Literasi Digital dari Yeni Tri Tyaningrum, S.Pd. Materi ini menekankan pentingnya menggunakan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan produktif. Peserta diajak mengenali cara memilah informasi yang benar, menghindari penyebaran hoaks, menjaga keamanan data pribadi, membangun etika dalam bermedia sosial, serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran dan pengembangan diri.
Selanjutnya, Fajarwati, S.Pd., M.Pd. menyampaikan materi mengenai Bullying. Dalam sesi ini dijelaskan bahwa perundungan tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga dapat berupa kekerasan verbal, sosial, maupun digital (cyberbullying). Peserta diajak memahami dampak serius bullying terhadap kesehatan mental, prestasi belajar, dan kehidupan sosial korban. Melalui diskusi dan refleksi, peserta didik didorong menjadi pribadi yang memiliki empati, menghargai perbedaan, berani melaporkan tindakan perundungan, serta aktif menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif.
Rangkaian materi hari keempat ditutup dari Puskesmas Arso 3 yang menyampaikan edukasi mengenai kesehatan remaja, perilaku hidup bersih dan sehat, serta Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Peserta dibekali pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, menjaga kesehatan mental, serta membangun budaya peduli terhadap lingkungan sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter warga sekolah yang bertanggung jawab.
Hari terakhir MPLS Ramah diisi dengan kegiatan Jumat BERAT (Bersih dan Sehat) yang melibatkan seluruh warga sekolah. Kegiatan dimulai pukul 07.15 WIT dengan senam bersama sebagai bentuk pembiasaan hidup sehat, kemudian dilanjutkan dengan kerja bakti membersihkan ruang kelas dan lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan menjadi budaya bersama seluruh warga sekolah. Semangat gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta rasa memiliki terhadap sekolah menjadi nilai utama yang ditanamkan sejak hari pertama mereka menjadi bagian dari keluarga besar SMAN 2 Skanto.
Kegiatan MPLS ditutp dengan upacara dengan pembina upacara kepala SMAN 2 Skanto dengan pesan bahwa
“Selamat kepada seluruh peserta didik baru SMAN 2 Skanto yang telah menyelesaikan rangkaian MPLS Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027. Semoga seluruh materi dan pengalaman yang diperoleh selama lima hari ini menjadi bekal untuk tumbuh sebagai pelajar yang berkarakter, disiplin, berprestasi, bijak dalam memanfaatkan teknologi, serta menjauhi segala bentuk kekerasan, perundungan, judi online, dan penyalahgunaan narkoba.Terima kasih kepada seluruh panitia, bapak dan ibu guru, tenaga kependidikan, OSIS, Polsek Skanto, BNN Provinsi Papua, Puskesmas Arso 3, serta semua pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini. Selamat bergabung menjadi bagian dari keluarga besar SMAN 2 Skanto. Mari bersama belajar, bertumbuh, dan mengukir prestasi demi masa depan yang lebih baik.
Pelaksanaan MPLS Ramah 2026 di SMAN 2 Skanto menunjukkan komitmen sekolah dalam menghadirkan proses pengenalan lingkungan belajar yang aman, inklusif, edukatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Kolaborasi antara sekolah, Kepolisian, BNN Provinsi Papua, Puskesmas Arso 3, serta seluruh warga sekolah menjadi bukti bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.
Melalui berbagai materi yang relevan dengan tantangan kehidupan masa kini, peserta didik baru tidak hanya mengenal sekolahnya, tetapi juga memperoleh bekal untuk menjadi pelajar yang disiplin, berintegritas, berprestasi, peduli terhadap sesama, bijak dalam memanfaatkan teknologi, serta memiliki komitmen kuat untuk menjaga diri dari kekerasan, penyalahgunaan narkoba, dan berbagai pengaruh negatif lainnya.
SMAN 2 Skanto terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung lahirnya generasi Papua yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan dengan penuh optimisme.

Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini