Rabu, 14 Januari 2026 oleh Fajarwati. Pengenalan rumah pendidikan dan pemanfaatan ruang murid bagi tenaga pendidik di SMAN 2 Skanto berjalan dengan baik. Fasilitator sekaligus Guru Pejuang Digital (GPD) BERGEMA Nasional Fajarwati, S.Pd.,M.Pd memberikan materi kepada guru-guru di SMAN 2 Skanto terkait platform rumah pendidikan yang saat ini memiliki 8 ruang. Rumah Pendidikan adalah platform digital berbasis teknologi (EdTech) terintegrasi dari Kemendikbudristek yang menyatukan berbagai layanan pendidikan dalam satu wadah untuk siswa, guru, orang tua, pemerintah, mitra dan sekolah yang bertujuan menyederhanakan akses, meningkatkan efisiensi, serta mendukung transformasi digital pendidikan di Indonesia, menggantikan aplikasi terpisah seperti PMM dan Rumah belajar. Platform ini menyediakan fitur kolaborasi dan materi edukatif untuk semua jenjang pendidikan, memastikan kualitas dan pemerataan akses belajar.
Platform ini memiliki delapan ruang utama yang dirancang untuk kebutuhan spesifik, antara lain ruang Guru dan tenaga Kependidikan (GTK), ruang Murid, ruang Sekolah, ruang bahasa, ruang pemerintah, ruang mitra, ruang publik, dan ruang Orang Tua.
Dalam pemanfaatan Rumah Pendidikan, pengguna bebas dapat login menggunakan Akun belajar.id atau email pribadi. Namun, karena beberapa layanan memerlukan akses menggunakan Akun belajar.id, ada baiknya gunakan Akun belajar.id saat login dan dapat diakses melalui laman https://rumah.pendidikan.go.id/
Perbedaan rumah pendidikan dengan Platform Lain antara lain mengintegrasikan bukan menghapus artinya Rumah Pendidikan tidak menghapus platform yang sudah ada, melainkan mengintegrasikannya agar tidak ada tumpang tindih aplikasi. Lebih Komprehensif, artinya Menawarkan layanan untuk seluruh ekosistem pendidikan, tidak hanya untuk guru (seperti PMM), tetapi juga murid, orang tua, dan administrasi sekolah. Ada Tiga pilar utama yang biasanya diusung oleh platform ini yakni Aksesibilitas Digital, memungkinkan materi berkualitas dapat diakses kapan saja dan di mana saja, mengurangi kesenjangan pendidikan antara kota besar dan daerah terpencil. Personalisasi Belajar, menggunakan teknologi AI untuk menyesuaikan kecepatan belajar siswa berdasarkan kemampuan masing-masing. Efisiensi Administrasi, membantu guru mengurangi beban administratif (seperti absensi dan penilaian otomatis) sehingga mereka bisa lebih fokus pada pengajaran kreatif.
Sebagai Platform Digital (EdTech), dalam konteks teknologi masa kini, Rumah Pendidikan biasanya merujuk pada Portal atau Hub Pendidikan Terintegrasi. Ini adalah "rumah virtual" bagi siswa, guru, dan orang tua yang menyediakan Single Access untuk Semua kebutuhan sekolah (materi, tugas, nilai, absensi) berada dalam satu pintu. Inklusivitas, memberikan akses yang sama bagi semua anak tanpa memandang lokasi geografis. Lingkungan Aman, Platform yang menjaga data pribadi siswa dan menyediakan konten yang sudah terkurasi (bebas dari konten negatif internet). Kehadiran platform Rumah Pendidikan bukan sekadar mengganti buku fisik menjadi digital, melainkan membangun budaya belajar baru yang lebih mandiri dan transparan.
Selain itu, pada kegiatan tersebut guru bersama-sama belajar mengakses ruang murid dan sumber belajar untuk mempelajari berbagai pembeajaran interaktif untuk materi semua jenjang. Guru berlatih mengakses bahan belajar lain dan mengeksplore secara mandiri dengan cara memilih kelas dan apa yang akan dipelajari dengan memilih mata pelajaran yang tersedia. Adapun peserta dapat eksplorasi tipe materi seperti belajar seru dengan interaktif, lab maya dan gim edukasi. Tak kalah, guru mencoba rekomendasi pemfaatan konten sumber belajar untuk ice breaking di awal semester.
Kehadiran platform Rumah Pendidikan bukan sekadar mengganti buku fisik menjadi digital, melainkan membangun budaya belajar baru yang lebih mandiri dan transparan. Harapannya, platform ini mampu meningkatkan skor literasi dan numerasi secara signifikan dalam jangka panjang. Dengan berakhirnya pelatihan pengenalan dan pemanfaatan rumah pendidikan, diharapkan guru dapat terus bertransformasi untuk mengembangkan pemahamannya ke ruang kelas masing-masing sehingga pembelajaran bersama murid lebih mengena dan bermakna.
"Rumah Pendidikan bukan sekadar gedung atau aplikasi, ia adalah sebuah lingkungan yang dirancang agar setiap anak merasa diterima, didengar, dan didukung untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri."




Jadilah yang pertama berkomentar di sini