
SKANTO – Fajarwati. Senin pagi menjadi momentum krusial bagi murid kelas XII SMA Negeri 2 Skanto. Memasuki babak akhir masa studi, para murid mulai menempuh Asesmen Akhir Sekolah (AAS) tahun ajaran 2025/2026. Ujian yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari ke depan ini diawali dengan penuh ketenangan dan pengawasan ketat.
Ada yang berbeda pada pelaksanaan hari pertama ini. Di tengah berlangsungnya jam pelajaran Pendidikan Agama, SMAN 2 Skanto menerima kunjungan dari tim pemantau Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Keerom, Lamoga Simplisius, S.S. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan standar pelaksanaan ujian agama berjalan sesuai prosedur serta memberikan dukungan moril bagi para murid..
Perwakilan Kemenag memantau langsung suasana di dalam ruang kelas guna memastikan integritas dan kenyamanan murid dalam menjawab soal-soal esensial terkait nilai-nilai spiritual dan etika.
"bagaimana keadaan kalian semua? apakah sehat-sehat? dan bagaimana dengan soal hari ini? khusus khatolik apakah sulit atau ada kendala dalam mengerjakan? " ujar tim pemantau dari kemenag untuk memastikan kondisi kesehatan dan kondisi soal yang sedang dikerjakan murid hari ini.
Pelaksanaan AAS tahun ini dirancang sedemikian rupa untuk menguji kompetensi murid secara komprehensif. Berikut adalah poin-poin penting pelaksanaannya: 1) Pelaksanaan AAS direncanakan berlangsung selama 5 hari kerja, 2) Jadwal Bervariasi Setiap harinya, murid akan menghadapi mata pelajaran yang berbeda-beda sesuai dengan rumpun peminatan masing-masing, 3) Targetnya yakni seluruh murid kelas XII diharapkan mampu menunjukkan hasil belajar maksimal sebagai salah satu syarat kelulusan.
"Kami berharap seluruh murid tetap menjaga kesehatan dan fokus selama lima hari ini. Kehadiran pihak Kemenag hari ini juga menjadi motivasi tambahan bahwa pendidikan karakter dan agama tetap menjadi pilar utama di sekolah kami," ujar salah satu pengawas ruang dan pendidik di SMAN 2 Skanto.
Pelaksanaan Asesmen Akhir Sekolah (AAS) di SMAN 2 Skanto mencerminkan pergeseran paradigma dalam dunia pendidikan modern. Jika dulu ujian akhir sering dianggap sebagai "momok" yang menakutkan, kini AAS hadir sebagai instrumen untuk mengukur sejauh mana murid mampu mengaplikasikan ilmu dalam konteks kehidupan nyata.
Bagi murid kelas XII, AAS adalah jembatan menuju fase hidup berikutnya. Di sini, nilai yang tertera pada lembar jawaban memang penting, namun ada hal yang lebih esensial, ketahanan mental dan kejujuran. Dengan jadwal yang bervariasi selama lima hari, murid ditantang untuk mengatur energi dan fokus. Ini adalah momen terakhir mereka membuktikan hasil belajar selama tiga tahun sebelum melangkah ke jenjang perguruan tinggi atau dunia kerja.
Secara lebih luas, keterlibatan instansi seperti Kemenag dalam memantau ujian Agama menunjukkan bahwa pendidikan kita tetap berpijak pada nilai-nilai karakter. Di tengah gempuran digitalisasi, dunia pendidikan dituntut untuk tetap menjaga keseimbangan antara kecerdasan kognitif (IQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).
"AAS bukan lagi sekadar syarat administratif untuk lulus. Ini adalah potret kualitas pendidikan kita, apakah sekolah berhasil mencetak lulusan yang tidak hanya pintar secara akademis, tapi juga memiliki kompas moral yang kuat." Ujar Wakakur sekaligus ketua Panitia Pelaksanaan Asesmen, Siti Daryati, S.Pd.,M.Pd
Dengan berjalannya hari pertama yang kondusif, harapannya tren positif ini terus berlanjut hingga hari kelima. Keberhasilan AAS di SMAN 2 Skanto diharapkan mampu menjadi tolok ukur bagi sekolah-sekolah lain di wilayah Keerom dalam menyelenggarakan asesmen yang kredibel, humanis, dan berstandar tinggi.
Setelah sukses melewati hari pertama, para murid akan melanjutkan ujian untuk mata pelajaran umum dan peminatan di hari esok. Pihak sekolah mengimbau agar para orang tua terus memantau jam belajar anak di rumah agar kondisi fisik dan mental tetap prima hingga hari terakhir.






Jadilah yang pertama berkomentar di sini