
SKANTO Oleh Fajarwati – Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti Aula SMAN 2 Skanto pada Rabu (01/04/2026) pagi. Seluruh keluarga besar sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, staf tata usaha, hingga siswa-siswi berkumpul dalam acara Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H.
Tahun ini, SMAN 2 Skanto mengusung tema yang cukup mendalam: "Meleburkan Kebencian, Merendahkan Hati, serta Kembali ke Fitrah Suci dengan Melepaskan Hak Adami." Tema ini menitikberatkan pada pentingnya penyelesaian persoalan antarmanusia sebagai pelengkap ibadah kepada Sang Pencipta.
Hadir sebagai penceramah utama, Ustaz Muhammad Ilham memberikan tausiyah yang menggugah nurani. Beliau menekankan bahwa inti dari kembali ke fitrah bukan sekadar mengenakan pakaian baru, melainkan keberanian untuk menanggalkan ego.
"Kesalahan kita kepada Tuhan bisa diampuni dengan istigfar dan taubat nasuha, namun kesalahan antarmanusia atau Hak Adami hanya bisa selesai jika kita saling melepaskan dan memaafkan. Hari ini, mari kita rendahkan hati, buang jauh kebencian yang mengganjal, agar kita benar-benar suci lahir dan batin," ujar Ustaz Muhammad Ilham di hadapan para hadirin.
Acara dimulai pukul 09.00 WIT dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan dengan sambutan Kepala Sekolah SMAN 2 Skanto. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah berharap agar semangat Halal Bihalal ini dapat meningkatkan soliditas dan harmoni di lingkungan sekolah.
Beberapa poin utama yang ditekankan dalam kegiatan ini antara lain:
1. Idul Fitri adalah hari raya umat Islam pada 1 Syawal yang menandai berakhirnya puasa Ramadan, sering diartikan sebagai "kembali berbuka" (Idul Fitri) atau kembali ke kesucian (fitrah). Ini merupakan momen kemenangan melawan hawa nafsu, refleksi diri, rasa syukur, silaturahmi, dan saling memaafkan setelah sebulan penuh berpuasa.
Berikut adalah makna dan arti mendalam dari Idul Fitri:
1). Secara Bahasa 'Id berarti kembali atau hari raya yang berulang, sedangkan Fitr berarti berbuka. Idul Fitri menegaskan hari pertama umat Muslim kembali berbuka (makan) setelah sebulan berpuasa.
2). Idul Fitri sering dimaknai sebagai kembalinya manusia kepada kesucian hati dan jiwa (fitrah) setelah dibersihkan dari dosa melalui ibadah Ramadan.
3). Hari Kemenangan artinya kemenangan spiritual atas hawa nafsu dan godaan duniawi selama sebulan penuh.
4). Disyariatkan zakat fitrah sebagai bentuk syukur dan kepedulian sosial untuk memastikan semua orang, termasuk yang kurang mampu, turut berbahagia.
5). Identik dengan tradisi mudik, silaturahmi, bermaaf-maafan, menyajikan ketupat, dan pembagian THR
2. Sikap utama dalam berteman dengan keberagaman adalah mengembangkan toleransi, empati, dan inklusivitas. Kita harus menerima perbedaan suku, agama, ras, dan budaya sebagai kekayaan, bukan perpecahan, serta berteman tanpa membeda-bedakan (diskriminasi). Praktikkan sikap hormat, bantu sesama, dan hindari stereotif negatif.
Berikut adalah rincian sikap yang baik dalam berteman di tengah keberagaman:
1). Saling menghargai perbedaan agama, budaya, dan pendapat tanpa memaksakan kehendak. Menghormati tradisi atau cara berpakaian teman yang berbeda tanpa mengejek.
2). Berteman Tanpa Diskriminasi dengan menerima semua orang sebagai teman, tanpa melihat latar belakang suku, fisik, atau kebiasaan mereka.
3). Empati dan Komunikasi Terbuka, saling mendengarkan dengan empati untuk memahami sudut pandang orang lain.
4). Saling Tolong Menolong dan membantu teman yang membutuhkan tanpa memandang perbedaan.
5). Terbuka dan Mau Belajar dengan bersikap terbuka, ramah, dan mau mempelajari budaya atau kebiasaan baru dari teman yang berbeda.
6). Hindari Prasangka dan Stereotip dengan tidak membuat asumsi atau memberikan label negatif kepada teman berdasarkan kelompok asalnya. Dengan menerapkan sikap ini, hubungan pertemanan akan menjadi lebih harmonis, aman, dan meningkatkan kebersamaan.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Muhammad Ilham, menciptakan suasana syahdu di dalam aula. Sebagai puncak acara, dilakukan sesi bersalam-salaman secara melingkar oleh seluruh warga sekolah. Ekspresi haru dan senyum tulus tampak menghiasi wajah para guru dan siswa saat mereka saling berjabatan tangan, melambangkan lepasnya beban kesalahan antar sesama.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, SMAN 2 Skanto berharap semangat "Fitrah Suci" tidak hanya berhenti di aula hari ini, tetapi terus terbawa dalam proses belajar mengajar sehari-hari.







Jadilah yang pertama berkomentar di sini